Jakarta, kepadaRopongMedia.id - Lukisan La Cama (La Cama) karya Frida Kahlo tahun 1940 memecahkan rekor dunia pada tahun 1940 ketika terjual seharga USD 54,7 juta atau Rp 918 miliar di lelang seni di New York.
Harga fantastis tersebut menjadikannya karya seniman termahal sepanjang sejarah, rekor yang bertahan selama sepuluh tahun.
Ditulis oleh Georgia O'Keeffe
El-Sueo atau Dream or Dream (tempat tidur), potret diri Frid Kahlo, dilelang dan terjual dalam empat menit penawaran.
Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yaitu 44,4 juta pada tahun 2014. "O'Keen" dari Rudro terjual seharga USD
Keberhasilan ini pun mengukuhkannya sebagai salah satu dari puluhan karya seni yang dikagumi selama puluhan tahun dan puluhan tahun setelah kematiannya.
Membungkuk atas rasa sakit dan ketakutan
Dalam Boyotculation, topi tidur tidur di tempat tidur, sementara kerangka yang dibungkus dinamit digantung di langit-langit di atas kerangka yang menyeringai.
Hal ini berakar pada pengalaman hidup seorang seniman visual. Video tersebut mengikuti remaja berusia 18 tahun, yang terluka parah dalam kecelakaan bus, memerlukan beberapa operasi pada tulang belakang dan pinggulnya serta rehabilitasi selama beberapa tahun.
Tempat tidur untuk tempat tidur bukan hanya tempat untuk pemulihan fisik, tetapi juga pintu gerbang untuk berpikir tentang kematian. Dalam katalog Sotheby, karya tersebut digambarkan sebagai "meditasi spektral di perbatasan antara tidur dan kematian".
Dalam kerangka ini sering diartikan sebagai ketakutan akan kemungkinan meninggal dalam tidur, ketakutan akan hidup yang penuh trauma dan rasa sakit kronis.
Sotheby's memperkirakan karya tersebut akan terjual antara 40 dan 60 juta dolar AS. 54,7 juta. USD (La Cama) tidak hanya memecahkan rekor global, tetapi juga memecahkan rekor pribadi biego art yang paling banyak terjual untuk Metro America Sales pada tahun 2021.
Hingga kini pembeli cat tersebut belum terungkap.
Dan juga:
Cat tertua di dunia ada di Indonesia, berusia 51.200 tahun!
Salah satu karya Kahlo masih berada di tangan swasta
Secara khusus, potret diri ini adalah salah satu dari sedikit karya yang masih mengalami perubahan di pasar internasional. Di Meksiko, kreasi frida berasal dari karya seni, sehingga tidak bisa dijual ke luar negeri atau dimusnahkan. Sebab, hampir semuanya ada di museum atau koleksi negara.
Cat yang baru dijual tersebut berasal dari koleksi pribadi yang menjaga kerahasiaan detail pemiliknya.
Status hukum karya tersebut memungkinkan untuk dijual di luar Meksiko, namun sejarawan seni telah kehilangan cara untuk mengancam bahwa karya tersebut sekali lagi menghilang dari pandangan publik.
Permintaan pameran dari berbagai kota di dunia
Sebelum dijual, El Sueo (La Cama) sering diminta untuk dipamerkan di berbagai kota, antara lain New York, London, dan Brussels. Untuk menjual nama-nama besar seperti Salvador Dalí, René Merritt, Max Ernst dan Dorothy, Max Ernst dan Dorothy adalah sumber penjualan karya-karya surealis.
Dengan penjualan tersebut, nasib cat tersebut ke depan masih menjadi tanda tanya, apakah akan kembali ke publik atau masuk koleksi tertutup.
(Dist.)
Berita Terkini