Gubernur Kalimantan Timur membatalkan pembelian sebesar Rp. 8,5 miliar mobil perusahaan setelah kritik publik

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Gubernur Kaltim Rudy Masud memastikan Pemprov Kaltim resmi membatalkan rencana pembelian mobil dinas gubernur senilai Rp 8,5 miliar. Keputusan tersebut diambil setelah masyarakat mendapat kritik bahwa kebijakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip efisiensi penggunaan anggaran.

Pembatalan tersebut diumumkan Rudy melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (2/3/2026). Keputusan ini disebut-sebut merupakan hasil pertimbangan serius atas keinginan masyarakat Kaltim.

“Pemprov Kaltim memutuskan untuk membatalkan rencana pembelian mobil dinas gubernur. Keputusan ini kami ambil setelah mempertimbangkan secara serius dan mendengarkan tanggapan positif masyarakat,” kata Rudy.

Dia menegaskan, pembatalan tersebut tidak akan mengganggu pemerintahan atau pelayanan pemerintah. Menurut dia, fokus utama pemerintahan daerah adalah kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan memastikan operasional pemerintahan tetap berjalan maksimal. Pelayanan pemerintah tidak akan terganggu dan fokus kami adalah kepentingan masyarakat Kaltim,” ujarnya.

Baca juga:

KPK menyoroti kontroversi pembelian Rp. 8,5 miliar mobil dinas Gubernur Kaltim

Saya meminta maaf kepada masyarakat

Rudy juga meminta maaf kepada masyarakat atas kontroversi pembelian kendaraan dinas bernilai miliaran rupee.

“Di bulan Magfira ini kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kalimantan Timur. Terima kasih atas kritik dan kontribusi yang membangun. Ini akan menjadi energi kita untuk mewujudkan Kalimantan Timur yang lebih baik bagi generasi emas,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang siap mendengarkan keinginan rakyat dan berani mengambil keputusan secara bijak.

Tanggapan Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemberantasan Korupsi

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri melalui Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya sempat mengusulkan rencana pembelian kendaraan dinas ditinjau ulang karena melanggar prinsip efisiensi anggaran.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi juga memantau kontroversi tersebut. Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, mengingatkan setiap pemerintah daerah untuk menggunakan anggarannya sesuai kebutuhan nyata dan menghindari potensi pemborosan.

Posting sebelumnya

Dalam keterangan sebelumnya, Rudy menegaskan dirinya tidak menerima kendaraan perusahaan yang bersangkutan dan masih menggunakan kendaraan pribadinya untuk keperluan dinas.

Ia juga menambahkan, rencana pembelian kendaraan dinas ini bertujuan untuk mendukung mobilitas para pemimpin daerah, mengingat posisi Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga pusat nusantara yang banyak dikunjungi wisatawan nasional maupun internasional.

Selain itu, Rudy menjelaskan, rencana pembelian kendaraan dinas tersebut terkait dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur tentang syarat teknis mobil pemimpin daerah, baik sedan maupun jeep.

Namun, setelah banyaknya kritik dari masyarakat, pemerintah provinsi Kalimantan Timur akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut sebagai tanggapan atas aspirasi masyarakat dan komitmen terhadap tata kelola yang lebih efisien dan berpihak pada rakyat.


Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *