KDS: Perusahaan yang tidak peduli lingkungan akan ditutup untuk mengatasi banjir Tegalluar

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID - Bupati Bandung Dadang Supriatna alias KDS menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan banjir di wilayah Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang.

Ia bahkan mengancam perusahaan yang tidak peduli lingkungan dengan memasang garis polisi dan menghalangi upaya normalisasi saluran air.

"Perusahaan-perusahaan nakal dan tidak peduli lingkungan siap menarik kendali dan membasmi polisi!" tulis KDS di akun Instagram pribadinya, Kamis (4/6/2026).

Penegasan tersebut dilontarkan Dadang Supriatna saat meninjau langsung kondisi Kawasan Industri Tegalluar yang rawan banjir dan genangan saat musim hujan.

Ia mengatakan keselamatan masyarakat dan penanggulangan banjir menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, kami meminta semua pihak, termasuk pelaku usaha dan pemilik perusahaan di daerah, untuk menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pengendalian banjir.

“Perusahaan yang tidak peduli lingkungan sedang diantri polisi dan siap disegel. Keselamatan warga dan pengendalian banjir menjadi prioritas utama,” kata Dadang.

Infrastruktur penanganan banjir akan segera dilelang

Dadang menjelaskan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan proyek strategis untuk meninggikan jalan dan jembatan di kawasan industri Tegalluar sebanyak satu meter. Proyek tersebut akan segera memasuki tahap lelang.

Normalisasi dan pembangunan saluran air harus dilaksanakan sesegera mungkin agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan efektif. Menurutnya, sistem drainase yang baik menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

“Pembangunan dan normalisasi saluran air sebaiknya dilakukan sekarang juga bertepatan dengan pekerjaan infrastruktur yang akan dilakukan,” ujarnya.

Pemkab Bandung meminta pengusaha menyumbangkan lahan

Guna mempercepat normalisasi saluran air, Dadang Supriatna mengaku sudah sepakat dengan Kepala Desa Tegalluar, pejabat pemerintah daerah, serta pengusaha yang bergerak di industri tersebut.

Ia meminta para pemilik usaha mengalokasikan lahan seluas 2 hingga 4 meter untuk mendukung normalisasi saluran air yang sempit dan padat secara berkala.

Menurut Dadang, menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang berulang.

“Kita hidup bermasyarakat, jangan egois. Bumi tidak akan mati, tapi kepedulian kita hari ini bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya.

Danau retensi seluas 13 ha telah disiapkan

Selain normalisasi saluran air, Pemkab Bandung berencana membangun danau seluas kurang lebih 13 hektar sebagai solusi jangka panjang banjir di Tegalluar.

Dadang menjelaskan, rencana tersebut terkait dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung yang mewajibkan setiap pengembang atau pemohon izin usaha menyumbang 10 persen lahan untuk mendukung program pengendalian banjir.

Lahan yang terkumpul nantinya digunakan untuk membangun danau retensi yang berfungsi mengalirkan air saat hujan deras.

“Kami akan segera mengoptimalkan investasi lahan pengembang untuk membangun danau retensi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan ini,” ujarnya.

Keras kepala mengancam segel perusahaan

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Dadang menegaskan tak segan-segan mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang tetap menolak mendukung program penanganan banjir.

Dia menerima tanggung jawab moral bagi orang-orang yang terkena dampak banjir. Oleh karena itu, perusahaan yang tidak menunjukkan itikad baik akan dikenakan sanksi berat oleh otoritas setempat.

“Saya instruksikan kepada Kepala Kementerian Dalam Negeri untuk mengambil tindakan tegas dengan menyetujui dan menetapkan garis polisi sesuai undang-undang jika ada perusahaan yang gigih dan tidak peka terhadap lingkungan,” tegasnya.

Pengendalian banjir sedang berlangsung

Bupati Bandung menegaskan upaya penanggulangan banjir di Desa Tegalluar akan terus dilakukan secara permanen dan komprehensif. Pemerintah daerah berharap kerja sama masyarakat, pemerintah desa, perangkat daerah, dan pengusaha dapat mempercepat penyelesaian permasalahan banjir yang menimbulkan ketidakpuasan warga.

Dengan berbagai program yang tengah berjalan, mulai dari normalisasi saluran air, peninggian jalan dan jembatan, hingga pembangunan danau retensi, Pemkab Bandung optimistis risiko banjir di wilayah Tegalluar dapat dikurangi secara signifikan di masa depan.


PakarPBN


A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites. In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website. The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.


Jasa Backlink
Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *