Jakarta, kepadaRopongMedia.id - Pemerintah Indonesia mendapatkan komitmen investasi skala besar melalui kerja sama ekonomi dengan perwakilan Partai Komunis Tiongkok di Provinsi Fuzhou. Dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (26/11/2025), kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan program tersebut negara kembar dua taman 36,4 triliun dengan nilai investasi Rp.
Menko Perekonomian Koordinator Bandar Udara Hartarto telah mengintegrasikan berbagai sektor strategis terhadap 16 proyek utama. Kesemuanya merupakan bagian dari integrasi Indonesia dan Tiongkok.
“Ke-16 kegiatan itu, semuanya berkaitan dengan program Evin memiliki dua taman pedesaan. “Nilai investasi yang tercatat mencapai Rp36,4 triliun,” kata Presiden kepada Aerland (27/11/2025) usai pertemuan di Istana Kepresidenan di Istana Kepresidenan.
Ruang lingkup proyek: Dari baja hingga pertanian
Kerjasama Airlangga TCTP, fasilitas produksi baja akan memiliki kapasitas produksi hingga satu juta ton. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat dana penguatan industri logam nasional, khususnya alat produksi, mengingat jumlahnya terus meningkat.
Selain sektor baja, sejumlah proyek akan dikembangkan seperti pengolahan daging dan makanan laut, penguatan perdagangan besi nikel, dan penelitian tekstil berteknologi tinggi.
Kerja sama ini tidak hanya fokus pada industri skala besar, namun juga memasok industri berbasis komoditas seperti teh dan melati serta bahan baku tekstil.
“Kami juga akan bekerja sama dalam pemberian pakan langsung sejumlah produk pertanian, termasuk kelapa dan durian.”
Kelompok proyek ini tidak hanya berinvestasi pada industri berat, namun juga menunjukkan strategi untuk memperluas kerja sama dengan Tiongkok, dan juga memperkuat value list produk pertanian Indonesia.
Dan juga:
Saham Perusahaan China, Jaringan Bisnis Raksasa Hilirisasi Ri Nikel!
Menteri Pertahanan Besok Tambang Timah Ilegal Usai Bandara IMIP
Batang menjadi tempat utama industrialisasi
Seluruh potensi investasi yang terlihat di media akan difokuskan di Kawasan Industri (Kek) Batang di Jawa Tengah. Kawasan yang dibuka Presiden Prabu ini disebut-sebut akan menjadi salah satu pusat pabrik industri masa depan Indonesia.
Abaandga menegaskan, pengalihan proyek TCTP ke Batang Sez merupakan strategi percepatan pemanfaatan kawasan dan memperkuat posisi Indonesia dalam Ekosistem Industri Global.
“Ini sebagai salah satu cara percepatan investasi di Kawasan Industri Batang,” ujarnya.
MANUFAKTUR DI KEK BATANGAN SICHITAN dirancang untuk menarik minat produsen kelas dunia serupa dengan model pengembangan industri di China. Pemerintah bertujuan menjadikan kawasan ini sebagai pusat pabrik multinasional dengan tingkat integrasi yang tinggi.
Melalui Program TCTP Sinergi Indonesia-China
Program dua negara, taman kembar Inisiatif Tiongkok yang bertujuan untuk mensinergikan tanah airnya dengan negara-negara mitra strategis. Dalam konteks Indonesia, program ini merupakan kawasan industri di Bintan (Jawa Tengah), Bintan (Kepulauan Ria), dan Fuji.
Dengan mengikuti skema ini, Indonesia berharap dapat menata ulang strategi industrinya dan menarik investasi berkelanjutan yang akan memperkuat rantai pasokan nasional. Di sisi lain, Tiongkok telah menjadi mitra strategis untuk memperluas industrinya yang berorientasi ekspor.
(Dist.)
Berita Terkini