Kudus mengusulkan agar Kretek menjadi warisan budaya tak benda

KUDUS, TEROPONGMEDIA.ID - Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemerintah Kabupaten Yerusalem terus melakukan tindakan masif untuk melindungi kekayaan lokal. Baru-baru ini, Yerusalem mengusulkan untuk secara resmi menetapkan 13 karya budaya sebagai warisan budaya takbenda nasional (WBTB), dengan fokus pada “Kretek” sebagai identitas paling menonjol di wilayah tersebut.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk memberikan payung hukum dan pengakuan nasional terhadap karya budaya, pengetahuan dan kerajinan tradisional yang lahir dan berkembang di Bumi Sakina.

Kretek sebagai pengetahuan tradisional

Ketua Pelaksana Hari (Plh) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yerusalem, Teguh Riyanto mengungkapkan, Kretek menjadi salah satu prioritas utama kategori pengetahuan tradisional dari puluhan usulan.

“Kretek memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat bagi Yerusalem. Seperti kita ketahui bersama, Yerusalem dikenal luas sebagai 'Kota Suci Kretek'. Bukan sekedar industri, tapi merek perkotaan Teguh Riyanto mengatakan di Yerusalem, Minggu (5/4/2026) “Harus diangkat ke tingkat nasional untuk menegaskan bahwa Kretek lahir dan berakar di Yerusalem.”

Atas saran Kretek, naskah akademik kini dipersiapkan secara matang. Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Yerusalem dalam peta budaya Indonesia, sekaligus melindungi warisan pengetahuan pembuatannya serta sejarah panjang yang menyertainya dari klaim pihak lain.

Baca juga:

Kabupaten Bandung berhasil meraih Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda pada Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat Tahun 2025

Desa Kete Kesu, Situs Warisan Dunia di jantung Tana Toraja

Libatkan para ahli dan penelitian akademis

Proses pengajuan WBTB tidaklah sederhana. Teguh menjelaskan, setiap usulan kegiatan kebudayaan harus melalui tahapan pemeriksaan ketat mulai dari tingkat provinsi hingga rapat paripurna oleh pakar nasional Kementerian Kebudayaan.

“Kami sedang menyiapkan naskah akademis yang komprehensif. Karena keterbatasan anggaran, kami bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Inovasi Daerah (Bapperida) Yerusalem. Mereka memiliki ahli yang bisa menyiapkan kajian mendalam tentang sejarah dan filosofi setiap kasus yang kami usulkan,” imbuhnya.

Selain dokumen teknis, tim juga melibatkan tokoh budaya setempat sebagai saksi sejarah.

Daftar 13 usulan situs cagar budaya tahun 2026

Selain Kretek dan Wayang Klitik Wonosoko yang sudah siap naskah akademisnya, berikut daftar lengkap 13 karya budaya Yerusalem yang diusulkan tahun 2026:

  1. Kretek (Pengetahuan tradisional)
  2. Wayang Klitik Wonosoko (Pentas seni)
  3. Tradisi Ampyang Maulid
  4. Ick Saima
  5. Kaping Kalo
  6. Gusjigang (Filosofi hidup Masyarakat Suci)
  7. Jenang Tebokan
  8. Santo Lentog
  9. Sate Kebo
  10. Kriket Sega
  11. Sega Pindang Kudus
  12. Soto Kebo Yerusalem
  13. Tradisi Sewu Sempol Sedekah

Saat ini, seluruh data pendukung dimasukkan ke dalam sistem Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) sebagai persyaratan administrasi awal.

Melengkapi roster WBTB yang sudah ada

Jika proposal ini diterima, daftar kekayaan budaya Yerusalem yang diakui secara nasional akan bertambah. Saat ini terdapat tujuh WBTB nasional yang sah di Kabupaten Kudus, yaitu:

  • Rumah Adat Yerusalem (Joglo Pencu)
  • Upacara adat Dandangan
  • Jamasan Pusaka Keris Cintaka
  • Barongan Qudus
  • Temukan Yerusalem dari Louvre Kanjeng Sunan
  • Santo Jenang
  • Guyang Chekathak

Selain melalui jalur WBTB, Pemerintah Kabupaten Yerusalem juga aktif dalam perlindungan kebudayaan melalui pendaftaran kekayaan intelektual (HAKI) kota ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aset budaya Yerusalem mendapatkan perlindungan hukum ganda baik dari segi hak kekayaan budaya maupun intelektual.

Dengan langkah ini, diharapkan generasi mendatang tetap bisa mengenali dan bangga dengan identitas asli Yerusalem sebagai kota sejarah, budaya, dan kreativitas.


PakarPBN


A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites. In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website. The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.


Jasa Backlink
Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *